TdRM #3 : Menyilau Masjid Tuo Kayu Jao

Saat ini jika anda gugling dengan kata kunci masjid ranah minang, maka google akan menampilkan tulisanku dari  blog Ananda Ata di posisi teratas dan tulisan Kak Monda (MS) yang baru meluncur tadi siang di posisi dua. #keren gak sih.. 😛

Maafkan baru nulis lagi karena  sudah dua hari  selalu dalam keadaan mengantuk berat, gegara minum obat batuk kombinasi baru yang lebih kuat pemberian dokter Laisa yang prihatin dengan batukku nan tak kunjung padam. Satu paket obat yang kemarin dikasih Alhamdulillah manjur, hidung lumayan gak terlalu meler dan batuk hanya sesekali saja. Tadi setelah berbuka, obatnya sudah diminum, semoga saja tulisan ini berhasil publish sebelum ketiduran.

Seperti yang dikatakan om NH, MS  memiliki passion untuk mempelajari sejarah dan peninggalan-peninggalannya. Hal tersebut juga yang menjadi fokus selama aku menjadi guide beliau kemarin itu, berusaha menyusun jadwal yang tepat sehingga banyak tempat bisa dikunjungi untuk beliau lahap. Meskipun banyaaakkk bener yang ketinggalan, sebenarnya ada banyak prasasti klo mau diulik, tapi tempatnya berpencar di kampung yang jaraknya saling berjauhan, sehingga aku mengutamakan rute yang memang beliau idamkan saja.

Perjalanan ke kawasan gunung talang kemarin itu, ibaratnya MS-lah yang jadi guide-ku karena aku benar-benar tidur sepanjang perjalanan (obat batuk telah membuatku pingsan), jikapun ada terbersit sedikit di kepalaku tentang masjid tuo kayu jao ini, langsung hilang lagi karena aku lebih mengutamakan rute yang sudah disusun, dan mengunjungi mesjid ini sama sekali tidak ada di dalam jadwal. Perkiraanku dari saat posting di Ata pun posisi masjid jauh di pedalaman, siapa mengira meskipun ia terletak di dalam sebuah lembah ternyata plang-nya yang sudah berkarat juga tidak dalam posisi lurus  itu nangkring di pinggir jalan dan terlihatlah oleh si mata cagar.  #Alhamdulillah.. 😛

jika MS punya passion mempelajari bangunan sejarah
maka aku punya passion untuk narsis dengan latar bangunan sejarah
[sengaja ukurannya kecil-kecil saja, agar gak tll jelas masjidnya chubby-nya eMak]

pasangan serasi dengan minat yang sama, Kak Monda dan Om Abang

Masjid Tuo Kayu Jao seperti menyerahkan diri untuk kami silau (tengok), Kejutan indah ini bonus yang disisipkan Allah SWT dalam pertemuan dan perjalanan kami. MS sendiri waktu komen di Ata dua tahun yang lalu mungkin gak menyangka bakalan nyampe ke masjid tuo kayu jao dengan cara tak sengaja, luar biasa deh !

Penjelasan tentang sejarah  Masjid tuo ini sudah diuraikan oleh MS yang juga berdasarkan tulisan di blog Ata, jadi sudah aja yah.. eMak ngantuk inihh.

>>>Besok diusahakan menulis  tentang yang turun mandi itu
#janji-janji palsu :mrgreen: