Sang Macan pun Tertidur Kembali

ketemu harimau leyeh² di taman safari

Daripada tiap hari ditanyain hapdet, ya sudah kali ini hapdet sajalah. Karena tak punya bahan, seperti biasa aku akan meniru atasanku yang rutin mengadakan evaluasi 3 bulanan untuk semua program di Puskesmas.

Akhir juli ini bisalah dikatakan 9 bulan sudah aku menulis blog nakjaDimande. Bila dilihat ke awal, cukup geli juga membacanya kembali. Semula bertutur dengan gaya “saya” yang cukup sok iye, juga puisi-puisi gak jelas itu. Tak habis pikir, bagaimana bisa?

Dulu, terinspirasi sebuah tulisan dari dewi ‘dee’ lestari tentang membangunkan macan tidur di dalam diri. Aku mulai meyakini bahwa  ada banyak kata-kata terkurung dalam diriku. Mungkin karena dalam kenyataannya aku adalah seorang yang sering gagal mengutarakan isi pikiranku. Gagap, begitulah menurutku.

Pertama mengenal blog, aku print beberapa postingan punya teman. Lalu di puskes sambil nunggu pasien aku amati tulisan itu satu persatu. Dan sampai pada kepahaman, oo.. beginilah caranya menulis di blog. Kemudian, setelah itu aku menulis dengan membabi buta. Ingin menunjukkan bahwa aku bisa menulis.

Dan aku mengira sang macan sudah bangun dan keluar dari kurungannya.

Tapi ternyata sejalannya waktu aku menyadari sang macan itu masih dirantai, rantai yang cukup pendek. Sehingga walau ia sudah bolak balik berdiri dan jalan keluar kurungan tetap saja terhalang oleh rantai pendek itu.

Begitulah mungkin gambaran kemajuanku dalam menulis, baru sebatas membangunkan si macan, tapi belum ajak si macan berjalan jauh. Rantai itu mungkin adalah ilmu,  semakin dalam dan luas ilmu yang kugali maka akan semakin panjang rantai yang mengendalikan si macan. Sehingga sang macan bisa melanglang lebih jauh dan akan bertutur tentang hal-hal yang lebih luas lagi.

Sekarang aku rasa, macannya mulai frustrasi dengan rantainya yang pendek itu. Menyebabkan ia malas mencoba tuk jalan keluar.

Dan memilih, bobo lagi aja ahhh.. 😝

ps. ini postingan 30 juli 2009, ternyata hal ini masih terjadi sampai sekarang.